AD

Saat menggunakan minuman berkarbonasi fungsional sebagai pengaduk, perhatikan labelnya sebelum mencicipinya.

Saat menggunakan minuman berkarbonasi fungsional sebagai pengaduk, perhatikan labelnya sebelum mencicipinya.
Citra suasana editorial Ruaba. Foto melalui Unsplash.

Tidak semua minuman berkarbonasi yang tampak sehat cocok dipadukan dengan alkohol. Di bar rumah, daftar bahan adalah bagian dari resep.

Saat menggunakan minuman berkarbonasi fungsional sebagai pengaduk, perhatikan labelnya sebelum mencicipinya.
Lihatlah kandungan kafeinnya terlebih dahulu. | Hitung rasa manisnya seperti sirup. | Aroma herbal mungkin berbenturan dengan aroma minuman keras.

Minuman fungsional adalah minuman dengan kepribadian yang lebih kuat dibandingkan air tonik.

Ada banyak minuman dengan citra fungsional, seperti mate, matcha, kombucha, dan minuman herbal berkarbonasi. Rasa yang jelas dari minuman ini memudahkan untuk menyegarkan koktail, namun rasa manis dan kafeinnya dapat memperlambat pengalaman minum Anda.

Mengapa ini penting

Sangat mudah untuk merasa up-to-date dengan menggunakan minuman fungsional di bar rumah Anda. Namun jika Anda meminum minuman berkafein dan alkohol secara bersamaan, nantinya Anda akan merasa lelah dan mudah minum terlalu banyak sehingga perlu dilakukan pengecekan.

Metode praktis

Kombucha lebih stabil dalam gin, karbonasi yuzu lebih stabil dalam vodka, dan karbonasi jeruk nipis lebih stabil dibandingkan mate dalam tequila. Untuk minuman fungsional yang manis, hilangkan sirupnya, dan jika terlalu asam, kurangi perasan lemonnya.

Hal-hal yang harus diperhatikan

Yang terbaik adalah menghindari pencampur kafein sebelum tidur. Produk dengan aroma herbal yang kuat mungkin berbenturan dengan minuman keras yang lebih beraroma seperti wiski atau rum tua.

Mixer fungsional memang sedang tren, tetapi tidak serbaguna. Jika Anda melihat label dan menghitung gula, kafein, dan rasa, kemungkinan kegagalan akan sangat berkurang.
AD

Panduan Home Bar — postingan lainnya

AD